Saya Yogi Prastomo, seorang ayah dan suami
yang memiliki hobby travel, dan melakukan berbagai hal secara mandiri (DIY).
saya suka menulis berbagai hal terutama dalam bidang teknologi, keuangan dan pandangan pribadi saya lainnya.
saya biasa dipanggil yogi atau pras. nama belakang saya lumayan tidak umu, jika di cari di internet. maka akan lebih mudah menemukan prastowo dibanding prastomo
sehingga tidak sulit bagi saya waktu membuat email di gmail ataupun yahoo. bahkan saya dapat pesan domain prastomo tanpa persaingan.
Hidup saya mengalir begitu saja, tidak pernah berpikiran untuk menjadi mahasiswa fisika dan akhirnya berkarir di bidang teknologi.
saya terus melanjutkan kuliah namun tetap saja tidak saja searah dengan karir. saya mengambil jurusan manajemen keuangan yang notabenenya agak jauh dengan karir
saya selama ini. namun setelah sekian lama, saya baru sadar kenapa saya harus mengambil jurusan manajemen keuangan. somehow, di umur yang tidak muda lagi
saya mulai tertarik dengan investasi. kalo dulu saya bengang bengong memahami tiap pelajaran kuliah manajemen keuangan setelah 12 tahun saya mulai mengerti.
agak terlambat gak sih ?
tapi tidak ada kata terlambat, saya masih ada generasi kedua yg dapat melanjutkan pengetahuan saya. seperti warren buffet yang mulai belajar investasi diumur 11 tahun.
saya coba ajarkan ke anak saya the indra prastomo gank. tapi saya tidak yakin 11 tahun cukup mudah buat mereka mencerna, di saat mereka sedang senang2nya main gagdet.
atau saya perlu membuat game investasi yg sangat menyenangkan buat anak.
sekarang ilmu itu saya pakai untuk mengelola tabungan pribadi agar saya siap menghadapi pensiun nanti, sebisa mungkin pensiun dini.
yang penting harus mulai dari sekarang. agar banyak hasilnya nanti.
berkarir di dunia teknologi, gampang gampang susah. gampangnya begitu kita tau suatu teknologi, maka ketika kita melihat teknologi yang notabenenya lebih mudah,
jadi gampang kelihatannya. susahnya teknologi berkembang pesat. baru selesai baca satu buku teknologi baru, sudah muncul teknologi baru lainnya.
kadang2 kita harus pompa energi untuk bisa ngikutinnya. beda dengan anak anak milenia yg dari mulai SD saja sudah belajar, jadi begitu SMA. mungkin mereka sudah
setaraf saya ilmunya. bedanya apa mereka dengan saya ? jam terbang yg pasti beda. Beda jam terbang, tentu akan berbeda dalam perspektif dan mengambil keputusan.
Tapi yang pasti jadi orang tua harus selangkah bahkan se KM dibanding anak, jika tidak mereka akan tiba di hutan teknologi yg jika salah ambil jalan. bisa tersesat.
well tito dan tara. jangan cepat-cepat ya. esty indrasari, siap-siaplah.
salam. Yogi Prastomo
visit us : http://yogi.prastomo.com